As-salamu’alaikum…..
Buat Antum sekalian yang penasaran mengenai sistem penilaian dalam SPMB / SNMPTN / UMB, berikut ini ada artikel dari salah satu dosen di Ilmu Komputer UI, Dewi Mairiza, M.Kom dan Prof. Toemin A. Masoem. Keduanya biasa melakukan pemeriksaan dan pelaporan nilai SPMB.Proses Komputersasi SNMPTN
Seorang pengamat masalah Ujian Masuk Perguruan Tinggi ( sekarang bernama SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri setelah sebelumnya bernama SPMB atau Seleksi Peneriamaan Mahasiswa Baru) Ir. DM Djohan Yoga menulis tentang Proses Komputerisasi UMPTN di Surat Kabar Pikiran Rakyat beberapa tahun lalu.
PROSES KOMPUTERISASI
Selama ini, proses seleksi telah menjadi suatu misteri sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa lulus tidaknya seseorang dalam SNMPTN ditentukan oleh faktor nasib. Peserta hanya membayar, mendaftar, mengikuti ujian dan akhirnya menerima hasil. Sebagian besar peserta tidak mengetahui proses apa yang akan dilakukan panitia SNMPTN terhadap Formulir Pendaftaran dan Lembar Jawaban yang telah mereka isi hingga pengumuman hasil SNMPTN. Hal ini diperparah oleh keterbatasan informasi mengenai SNMPTN sehingga banyak peserta yang tidak lulus sering menjadikan proses ini sebagai kambing hitam. Proses komputerisasi SNMPTN dibagi menjadi dua tahap, yaitu Proses Validasi Data Rayon di koordinator setiap rayon dan Proses Seleksi Nasional di kantor SNMPTN Pusat Salemba Jakarta.

Validasi Data Rayon
Seusai ujian, seluruh lembar jawaban dan formulir pendaftaran langsung dikirimkan ke Pusat Ilmu Komputer (Pusilkom) UI yang langsung melakukan proses scanning (Pemindaian), sementara untuk rayon B dan C dilakukan di UGM Yogyakarta dan ITS Surabaya. Selama proses ini berlangsung juga dilakukan proses validasi/pencocokan secara manual untuk memeriksa apakah data yang masuk komputer sama dengan data yang diisi oleh peserta.
Bila terjadi kesalahan maka akan diteliti apakah kesalahan disebabkan oleh peserta atau scanner (alat pemindai). Proses scanning akan diulang jika penyebabnya adalah scanner sehingga peserta tidak dirugikan. Tapi sebaliknya jika kesalahan berasal dari peserta ujian sendiri maka data akan dibiarkan apa adanya. Selain itu juga akan dilakukan Analisa Soal untuk mengetahui apakah ada soal yang salah atau soal yang terlalu mudah atau terlalu sulit.
Setelah soal-soal itu dianulir, maka akan dilakukan penilaian yaitu Benar +4, Salah -1 dan kosong = 0. Nilai yang diperoleh disebut Nilai Mentah ( raw score ). Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang berasal dari rayon A, B dan C yang telah dilengkapi akan digabungkan menjadi satu di Pusat Ilmu Komputer UI, dan selanjutnya akan dihitung statistik dari masing-masing set yaitu Rataan ® dan Simpangan Bakunya (SB). Selanjutnya Nilai Mentah (NM) dari masing-masing peserta dibakukan dengan persamaan NB = (NM-R)/SB.
Nilai Baku menunjukkan seberapa jauh nilai peserta dibandingkan peserta lainnya. NB ini selanjutnya di-transformasikan menjadi Nilai Nasional (NN) yang mempunyai rataan 500 dan simpangan baku 100 dengan rumus NN = 500 + ( 100 x NB). Berdasarkan nilai inilah peserta akan diurutkan mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah.
Selanjutnya dilakukan Proses Alokasi yaitu penempatan peserta ke program studi, dengan ketentuan : peserta dengan nilai lebih baik mendapat prioritas untuk dialokasikan terlebih dahulu. Program studi hanya menerima sejumlah mahasiswa baru sesuai dengan daya tampungnya. Walaupun masih banyak calon dengan nilai sangat baik, kalau daya tampung sudah penuh maka alokasi akan ditutup. Kasus ini sering terjadi pada program studi yang tergolong sangat favorit dengan peminat yang sangat banyak.
Sebaliknya, proses alokasi akan terus dilakukan walaupun nilai dari peserta sudah sangat rendah. Kasus ini terjadi pada program studi yang kurang atau tidak favorit sehingga kurang diminati oleh peserta bahkan ada program yang daya tampungnya lebih besar dari jumlah peminat. TIDAK ADA nilai batas (Passing Grade) untuk menentukan diterima atau tidaknya peserta. Yang lebih menentukan adalah Daya Tampung dan Jumlah Peminat program studi yang bersangkutan.
Meskipun pada prinsipnya tidak ada nilai batas lulus ( passing grade), namun untuk mencegah ada peserta yang berspekulasi dengan hanya menjawab mata ujian yang dikuasainya dan mengabaikan mata ujian yang lain, maka ditetapkan suatu ketentuan yaitu bila ada peserta yang memiliki nilai mentah 2,5 atau kurang untuk 2 mata ujian atau lebih maka yang bersangkutan tidak akan diikutsertakan dalam proses alokasi. Peserta ini otomatis tidak akan lulus dan nilai ini disebut NILAI MATI.
Tidak banyak pihak yang mengetahui adanya ketentuan ini termasuk para pengelola Bimbingan Belajar (kecuali BKB Nurul Fikri). Namun informasi ini diperoleh langsung dari Prof. Dr. Toemin A. Masoem yang sejak tahun 1981 menjadi Ketua Tim Pengolah Data dan Pelaporan UMPTN Rayon A, B dan C melalui buku yang ditulisnya : “UMPTN atau Ebtanas, Mana yang lebih dapat diandalkan ?” (UI Press 1977) halaman 23, sehingga kebenarannya bisa dipertanggung jawabkan.
Pengetahuan akan Nilai Mati ini setidaknya bisa mengungkapkan misteri kenapa banyak siswa yang tergolong pintar tidak lulus, sementara yang biasa-biasa saja dapat lulus SNMPTN. Siswa pintar biasanya cenderung berkonsentrasi pada mata ujian tertentu saja seperti Matematika, Fisika dan Kimia, dan biasanya mereka tidak terlalu memberi perhatian pada mata pelajaran yang bersifat hafalan seperti Biologi dan Bahasa Indonesia.
Dari hasil alokasi dibuat laporan awal yang selanjutnya akan dibawa dalam rapat rektor untuk diperikasa dan dikoreksi sesuai dengan kriteria dari masing-masing PTN.
Jadi bagi yang akan mengikuti SNMPTN harap hati-hati ya. ma’an najah & Good luck



brarti kalu ada nilai kurang dari 2,5 hanya satu mata ujian saja, tetap ikut alokasi kan?
Oleh: fani on Juli 4, 2008
at 7:38 am
kira2 saya bs tw gg yg daftar kmrn ke adm.niaga UNPAD ada brp peserta??
Oleh: osha on Juli 4, 2008
at 8:34 am
ya klw satu ya ga’ klw dua baru namanya nilai mati
Oleh: raudhah1708 on Juli 7, 2008
at 7:45 am
peminat snmptn yg milih juruzan Hukum UNDIP brp cii???!!banyak nda yak??!!
huhuhu q deg2an:`(
Oleh: roti2008 on Juli 8, 2008
at 7:20 am
kog itu sih ak gak tau tp ya aku saranin banyak2 berdo’a aja
Oleh: raudhah1708 on Juli 9, 2008
at 5:00 am
mau tau peminat ke pend.matematika upi dunk…ada berapa c?duwh… doain aku lulus ya!! amin.
Oleh: soca on Juli 10, 2008
at 2:10 am
amin…. amin…. kamu lulus
Oleh: raudhah1708 on Juli 10, 2008
at 6:14 am
wah..gtu to trnyata..ak bner2 bru tw loh..
kira2 yg minat math ui bnyk g y thn ni?
Oleh: lulu on Juli 10, 2008
at 9:17 am
mksudnya 2,5 tuk 2 mata ujian tu apa?
Oleh: rin on Juli 10, 2008
at 1:47 pm
doain aku lulus ya…………….
Oleh: samuel on Juli 18, 2008
at 1:12 pm
wah…. parah
Oleh: thuwidh on Agustus 1, 2008
at 1:47 pm
yang ngoreksi gmna..
kug gw gag ktrima dits..
HUHUHUHUHUHU…………
Oleh: thuwidh on Agustus 1, 2008
at 1:48 pm
thx,, loph iuu all
doaen q mauk yowh
amien
Oleh: thuwidh on Agustus 1, 2008
at 1:49 pm
sialan……
Oleh: thuwidh on Agustus 1, 2008
at 1:50 pm
eh.tmn2 tw g’ aq rinduuuuuuu….. bngt sm kln smw jgn smbng2 ya….!!!!!
Oleh: ika on September 8, 2008
at 4:10 am
Mbak cara penghitungan spmb gmn c?
Q msh bingung
tlg jlskn
n bri contoh
Oleh: Kiki on Mei 19, 2009
at 3:13 pm
Cara mengetahui simpangan baku/rataan gmn?
Trus nilai nn buat unair di tampilkan dunk
Oleh: Kiki on Mei 19, 2009
at 3:29 pm
Cara mengetahui simpangan baku/rataan gmn?
Oleh: Kiki on Mei 19, 2009
at 3:29 pm
duhhhhhhhhhh…..
pusinggggggggggg
mudah2ah g kena nilai mti.
jadi lulus dehhhhh
Oleh: dwi maya on Juli 2, 2009
at 6:28 am
doain q yc?smoga q bnr2 msk k universitas yg aku ingin,UPI…cz ketiga2ny jurusn,q plih d UPI,LULUS gk y?…duh dek2an,,
Oleh: nenk tari,sumedang on Juli 18, 2009
at 6:33 am
very good……….
Oleh: lenacute on Agustus 8, 2009
at 8:13 am
do’ain aq yea…biar lu2s,okay
Oleh: encha on September 5, 2009
at 8:55 am